Organisasi PFI3P

Untuk implementasi proyek, Departemen Pertanian membentuk Tim Pengarah Pusat (National Steering Committee-NSC), dengan ketua Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian, beranggotakan wakil dari Deptan, Bappenas, Depkeu dan instansi/lembaga yang terkait. NSC berfungsi memberikan saran/arah kebijakan dan koordinasi dalam pelaksanaan proyek.

Sebagai Executing Agency ditunjuk Badan Litbang Pertanian, yang bertanggungjawab mengkoordinir pelaksanaan seluruh kegiatan proyek, dengan membentuk Unit Koordinasi dan Monitoring Proyek (Project Coordination and Monitoring Unit-PCMU), dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan sumber informasi (Komponen 2) dan inovasi pertanian (Komponen 3). PCMU dipimpin oleh Pimpro yang ditetapkan dengan SK Menteri Pertanian atas usulan Kepala Badan Litbang Pertanian. Semua permintaan dari ADB akan informasi dan komunikasi yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek akan ditujukan ke PCMU. PCMU bertanggung jawab dalam:

  1. Mengkoordinir pelaksanaan proyek secara keseluruhan;
  2. Pelaksanaan Komponen 2, 3 dan sebagian Komponen 4;
  3. Menyiapkan rencana kerja tahunan proyek;
  4. Merekrut konsultan dan LSM Nasional;
  5. Menyiapkan Sistem Monitoring Kinerja Proyek dan melakukan monev serta penyusunan laporan proyek

Di tingkat kabupaten, bupati bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan petani (Komponen 1) di masing-masing kabupaten, dengan membentuk Tim Koordinasi Kabupaten (District Coordination Committee-DCC) dan Unit Pelaksana Proyek di kabupaten (Project Implementation Unit-PIU). Ketua DCC adalah Bupati dengan anggota instansi terkait tingkat kabupaten, LSM lokal dan BPTP. PIU bertanggung jawab dan bertugas mengelola, mengkoordinasikan, dan memonitor kegiatan proyek di tingkat kabupaten.

Investasi desa disetujui oleh Forum Antar Desa-FAD (Project Inter Village Forum-PIVF), dan dilaksanakan oleh Komisi Investasi Desa-KID (Village Project Investment Committee-VPIC). Forum Antar Desa dibentuk di tingkat Kecamatan, anggotanya terdiri atas anggota ketua KID dari masing-masing desa dan satu fasilitator desa yang wanita. Komite Investasi Desa di tiap desa terdiri atas lima orang yang dipilih secara partisipatif oleh masyarakat, dibantu Fasilitator Desa. Fasilitator Desa (Village Facilitator-VF), dipilih dua orang di tiap desa, yang satu di antaranya harus wanita. Fasilitator Desa merupakan kepanjangan tangan dari LSM.